Rabu, 20 Mei 2009

PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN KENCING

Latar Belakang

Infeksi saluaran kencing ( ISK ) merupakan jenis infeksi Nosokomial yang paling sering terjadi sekitar 40% dari seluruh infeksi pada rumah sakit tiap tahunnya ( Burke & Zavasky 1999 ).

Mengapa infeksi pada saluran kencing jenis infeksi nosokomial yang sering terjadi ?

1. penggunaan kateter yang relatif lebih lama

Mengapa katerisasi pada saluran kencing sering menyebabkan infeksi ?

  1. indikasi yang salah dalam katerisasi.
  2. kontaminasi saat memasukkan kateter.
  3. perawatan kateter yang salah dan penggunaan antibiotik.

Bagaimana memasukkan, melepaskan, dan mengganti kateter indwelling ( kateter yang dipakai untuk beberapa hari atau minggu ) ?

  • Prosedur Pemasangan ( insersi )

Langkah 1 : pastikan seluruh alat yang dibutuhkan dalam pemasangn kateteter tersedia

Langkah 2 : sebelum memulai prosedur :

  • Anjurkan pasien perempuan membuka labianya dan membersihkan dengan hati – hati bagian uretra dan bagian dalam labianya.
  • Anjurkan pasien laki – laki menarik kulupnya an bersihkan dengan hati – hati kepala penis dan kulup.

Langkah 3 : bersihkan tangan dengan sabun dan air bersih dan keringkan dengan handuk kering yang bersih atau udara.

Langkah 4 : kenakan sarung tangan steril atau yang telah didisinfeksi tingkat tinggi tingkat tinggi pada kedua tangan.

Langkah 5 : gunakan kateter yang ecil sesuai dengan sistem drainase yang baik.

Langkah 6 : untuk petugas kesehatan yang bertangan kanan / dominan, berdiri di sebelah kanan pasien dan sebelah kiri jika berangan kidal.

Langkah Langkah 7 : untuk pasien perempuan, pisahkan dan pegang labia terpisah dengan tangan yang tidak dominan dan bersihkan daerah uretha sebanyak dua kali dengan larutan antiseptik menggunakan kuas kapas.

Langkah 8 : untuk pasien laki – laki, tarik kebelakang yang kulup dan pegang kepala penis dengan tang yang tidak dominan; kemudian bersihkan kepala penis dan saluran uretra sebanyak dua kali dengan larutan antiseptik, menggunakan kuas kapas.

Langkah 9 : apabila pemasangan kateter lurus, gengam kateter sekitar 5 cm dari ujung kateter dengan tangan yang dominan dan taruh ujug lainnya pada tempat pengumpulan urin.

Langkah 10 : untuk perempuan, masukkan kateter dengan hati – hati sampai urin mengalir.

11 : untuk laki – laki, masukkan kateter dengan hati – hati sampai urin mengalir.

Langkah 12 : apabila memasng kateter indwelling tekan lagi sekitar 5 cm setelah urin keluar dan hubungkan kateter ke tabung pengumpulan urin jika tidak memakai sistem tertutup.

Langkah 13 : pada kateter indwelling, pompa balon, tarik secara hati – hati agar penolakkan terasa dan dan leaskan kateter indwelling dengan tepat pada paha ( untuk perempuan ) atau bagian bawah abdomen ( untuk laki – laki ).

Langkah 14 : untuk kateter lurus, birakan urin keluar perlaha kedalam kantong plastik pengumpulan dan kemudian cabut kateter.

Langkah 15 : taruh benda – benda kotor, termaksuk kateter lurus apabila akan dibuang masukkan ke dalam kantong plastik.

Langkah 16 : sebagai altrnatif, jika kateter lurus akan digunakan kembali, taruh pada larutan klorin 0,5 % dan rendam selama 10 menit untuk didekontaminasi.

Langkah 17 : lepaskan sarung tangan dengan cara dibalikkan dan taruh keduannya dalam tempat sampah / plastik.

Langkah 18 : cuci tangan dengan sabun dan air / larutan antiseptik.

  • Pencabuatan atau Penggantian

Langkah 1 : pastikan semua benda yang dibutuhkan dalam penggantian / pencabutan kateter indwelling tersedia.

Langkah 2 : anjurkan pasien untuk membersihkan daerah uretra ( perempuan ) atau kepala penis ( pria ) atau bantu merek membersihkannya.

Langkah 3 : bersihkan tangan dengan larutan antiseptik.

Langkah 4 : gunakan sarung tangan yang bersih pada kedua tangan.

Langkah 5 : dengan menggunakan semprit kosong kelurkan air dari kantong kateter.

Langkah 6 : untuk perempuan, pisahkan dan pegang labia terpisah dengan tangan yang tidak dominan; kemudian bersihkan daerah dekat kateter sebanyak dua kali dengan larutan antiseptik dengan memakai kuas kapas.

Langkah 7 : untuk pria, tarik belakang kulupdan pegang kepala penis dengan tangan yang tidak dominan kemudian bersihan kepala penis dan daerah dekat kateter sebanyak dua kali denganlarutan antiseptik menggunakan kuas kapas.

Langkah 8 : jika akan melepas kateter, ikti langkah 15, 17, dan 18 pada prosedur pemasangan.

Langkah 9 : jika akan mengganti kateter inwelling, ikuti langkah 5 sampai 18 pada prosedur pemasangan.

Bagaimana meminimalkan ridiko infeksi pada penggunaan kateter indwelling ?

  1. lepaskan kateter secepat mungkin
  2. sistem pengumpulan kateter harus tetap tertutup dan tidak boleh terbuka kecual benar – benar perlu untuk alasan diagnosis
  3. ingatkan pasien saat penarikkan kateter.
  4. urin yang mengalir melalui kateter harus diperiksa beberapa ali setiap hari untuk memastikan tidak tersumbat.
  5. hindari pengangkatan kantong pengumpula diaas kandung kemih.
  6. jepit kateter bila mengangkat katong pngumpulan diatas kandung kemih pasien e tempa tidur.
  7. sebelum pasien berdiri, keluarkan seluruh urin dari kateter kedalam kantong.
  8. kantong pengumpulan harus dikosongkan melalui aseptik, pegang ujung kateter sampai kebagian samping kantong pengumpulan. Ganti kantong dengan wadah baru dan bersih.
  9. apabila tabung drainase tidak tersambung, jangan menyentuh ujung kateter atau pipa. Basuh ujung kateter dan pipa dengan larutan antiseptik sebelum disambung kembali.
  10. bersihkan kepala penis dan lubang uretra ( pria ) atau jaringan sekitar uretra (perempuan) setelah buang air besar atau jika pasien inkontinensi.
  11. apabila pembuangan sering dilakuakan, kateter harus diganti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar